Bukan Gelarmu Melainkan Usahamu
GELARMU APA ?
Jumat hari keramat dan saat yang tepat kembali me-moderat. Karena itulah bisa jadi....Ada anjuran dari Nabi untuk mendaras surat Al-kahfi (mengambil pelajaran) sambil menunggu prosesi. Me-moderat bagi saya disini yaitu tawasuth kembali ke sikap netral dan lembut. Anda tentu akan menjumpai kata WALYATALATOF ( berlemah lembutlah ) sebagai pertengahan Al-Quran. Hal ini seakan membawa pesan bahwa sekeras apapun perjuangan bertahan hidup Jangan lupa untuk mengusahakan sikap luwes dan lemah lembut.
.
.
Salah satu kisah yg dikabarkan dalam surat Al-kahfi ini adalah kisah perjalanan Musa as menemukan seorang Mursyid.
Salah satu kisah yg dikabarkan dalam surat Al-kahfi ini adalah kisah perjalanan Musa as menemukan seorang Mursyid.
Musa as itu seorang nabi Loch....tentu anda uda tahu. Dia juga mendapat kehormatan untuk bercakap-cakap langsung dengan Tuhan maka dia bergelar kalimullah. ...Ah anda juga pasti lebih paham dan sering baca.
.
.
.
Dia pemimpin orang Israel yang rata-rata diberkahi otak brilian oleh Tuhan. Sudah pasti dia manusia tercerdas, ter-alim, tersoleh, terberani di antara kaumnya. Dia berani ngomong langsung di hadapan Fir'aun dengan omongan yang sangat hormat dan santun. Tidak dikabarkan Musa mencaci-maki Firaun.. Dia berani menghadapi keroyokan tukang sihir Mesir sendirian. Tampaknya Tuhan telah memutus urat nadi Musa hingga ia tidak kenal lagi rasa takut dan berpikir memobilisasi Israel untuk membela dirinya. Dia membebaskan kaumnya dari ratusan tahun hidup dalam perbudakan .... Itu Musa as!
.
Dia pemimpin orang Israel yang rata-rata diberkahi otak brilian oleh Tuhan. Sudah pasti dia manusia tercerdas, ter-alim, tersoleh, terberani di antara kaumnya. Dia berani ngomong langsung di hadapan Fir'aun dengan omongan yang sangat hormat dan santun. Tidak dikabarkan Musa mencaci-maki Firaun.. Dia berani menghadapi keroyokan tukang sihir Mesir sendirian. Tampaknya Tuhan telah memutus urat nadi Musa hingga ia tidak kenal lagi rasa takut dan berpikir memobilisasi Israel untuk membela dirinya. Dia membebaskan kaumnya dari ratusan tahun hidup dalam perbudakan .... Itu Musa as!
.
.
Dengan pencapaian dan prestasi yang sedemikian monumental patutlah sebagai Musa menepuk dada. Tapi Tuhan kurang berkenan. Diperintahkannya dia mengembara dan menemukan guru.
.
Dengan pencapaian dan prestasi yang sedemikian monumental patutlah sebagai Musa menepuk dada. Tapi Tuhan kurang berkenan. Diperintahkannya dia mengembara dan menemukan guru.
.
.
Orang itu ternyata bukanlah seorang nabi atau rasul, bukan ulama dengan jutaan umat, bukan pula pemimpin kaum atau raja. Penampilannya sangat standar untuk disebut sebagai manusia jelata. Penampilan yang pasti akan kita remehkan dan sama sekali kita anggap tidak penting. Tuhan pun hanya menyebut ia sebagai "Abdan"....Tak lebih. Tahu kan kamu apa artinya itu? Banyak riwayat dia bernama Kidhir....bagi saya itu melampaui sebuah nama personal. Alkhidir berarti yang hijau.....bagaikan kuncup daun yang menghijau dan masih terangsang terus untuk bertumbuh. Jika dia adalah ilmu.....Itu adalah ilmu yang selalu mempersilahkan dirinya untuk selalu update dan upgradable. Sebuah antitesis dari dogma dogma yang rigid tekstual dan kaku.
.
Orang itu ternyata bukanlah seorang nabi atau rasul, bukan ulama dengan jutaan umat, bukan pula pemimpin kaum atau raja. Penampilannya sangat standar untuk disebut sebagai manusia jelata. Penampilan yang pasti akan kita remehkan dan sama sekali kita anggap tidak penting. Tuhan pun hanya menyebut ia sebagai "Abdan"....Tak lebih. Tahu kan kamu apa artinya itu? Banyak riwayat dia bernama Kidhir....bagi saya itu melampaui sebuah nama personal. Alkhidir berarti yang hijau.....bagaikan kuncup daun yang menghijau dan masih terangsang terus untuk bertumbuh. Jika dia adalah ilmu.....Itu adalah ilmu yang selalu mempersilahkan dirinya untuk selalu update dan upgradable. Sebuah antitesis dari dogma dogma yang rigid tekstual dan kaku.
.
.
Tuhan ingin menunjukkan bahwa masih ada orang yang jauh lebih tinggi tingkat ilmu dan pemahamannya pada kehidupan daripada Musa....meskipun dia Nabi dan rasul. Kejumawahan itu tidak pantas disandang oleh manusia suci. Dan selanjutnya dalam kisah itu kita menjadi sama sama tahu.....Ilmu dan pengetahuan yang dikuasai Musa ternyata belum menjangkau kedalaman hakikat. Musa tiba-tiba menjadi seperti anak kecil yang terbengong-bengong dan terkaget-kaget menjumpai fenomena.
.
Tuhan ingin menunjukkan bahwa masih ada orang yang jauh lebih tinggi tingkat ilmu dan pemahamannya pada kehidupan daripada Musa....meskipun dia Nabi dan rasul. Kejumawahan itu tidak pantas disandang oleh manusia suci. Dan selanjutnya dalam kisah itu kita menjadi sama sama tahu.....Ilmu dan pengetahuan yang dikuasai Musa ternyata belum menjangkau kedalaman hakikat. Musa tiba-tiba menjadi seperti anak kecil yang terbengong-bengong dan terkaget-kaget menjumpai fenomena.
.
.
Intinya begini
Ente jangan terlalu Ge-eR dengan status sosial dan gelar ente! Tidak peduli ente habib, murobi, ayatullah atau kyai, bergelar Lc atau S.Ag.
Jangan berbesar kepala hanya karena ente dielukan, ditokohkan atau disanjung setinggi langit!
Jangan menepuk dada karena ente dihormati, tangan ente diciumi sebab mereka mengira ente adalah wali berkaromah!
Sebab di sana........
Pasti ada manusia yang lebih tinggi tingkatan pengetahuan syariat sekaligus hakikatnya.
Bisa jadi mereka berchasing Manol pasar, tukang ojek, buruh pelabuhan, juru parkir, pawang hujan, makelar kambing dan orang-orang yang memilih menghindar dari godaan keras untuk menjadi populer. Mereka yang Istiqomah menjadi hidup sebagai Pedagog volunteris, filantropis dan relawan kemanusiaan. Siapa yang tahu?
Terima Kasih.
Intinya begini
Ente jangan terlalu Ge-eR dengan status sosial dan gelar ente! Tidak peduli ente habib, murobi, ayatullah atau kyai, bergelar Lc atau S.Ag.
Jangan berbesar kepala hanya karena ente dielukan, ditokohkan atau disanjung setinggi langit!
Jangan menepuk dada karena ente dihormati, tangan ente diciumi sebab mereka mengira ente adalah wali berkaromah!
Sebab di sana........
Pasti ada manusia yang lebih tinggi tingkatan pengetahuan syariat sekaligus hakikatnya.
Bisa jadi mereka berchasing Manol pasar, tukang ojek, buruh pelabuhan, juru parkir, pawang hujan, makelar kambing dan orang-orang yang memilih menghindar dari godaan keras untuk menjadi populer. Mereka yang Istiqomah menjadi hidup sebagai Pedagog volunteris, filantropis dan relawan kemanusiaan. Siapa yang tahu?
Terima Kasih.


Komentar
Posting Komentar